Kampung saya terletak di Kab. Kampar tepatnya di
Desa Alampanjang Kec. Rumbio Jaya, mayoritas masyarakat kampungku bersukukan
Ocu. Dimana suku Ocu adalah salah suku yang terdapat di Kab. Kampar Provinsi
Riau. Suku Ocu termasuk kelompok melayu tua, atau Proto Melayo.
Di sini saya akan bercerita sedikit tentang kampung saya, di mana kampung saya itu alamnya
masih rindang, jauh dari penababangan liar, udara yang masih segar, jauh dari
polusi kendaraan. Walaupun polusi itu terkadang masih ada. Tetapi, tidaklah
sama dengan kondisi di perkotaan. Pohon-pohon yang besar, tinggi dan juga hijau
menandakan tempat ini masih menyediakan oksigen atau udara segar yang melimpah.
Orang-orang di sini masih beketergantungan menggunakan alat tradisional dan
sederhana, ketimbang alat yang menghasilkan polusi. Mengambil hasil alam dengan
teratur, bahkan di sini kebiasaan bernama nangguok, kebiasaan yang
dilakukan musiman dengan mencari ikan bersama-sama di Sungai Kampar, kebiasaan
ini juga membantu mempererat tali silaturrahmi antar masyarakat. Beginilah keadaan
kampung dan desaku.
Rata-rata
pekerjaan masyrakat di kampungku petani karet,
walaupun sebagian kecil masyarakat kampung ada juga yang petani sawit dan
palawija. Di sini, masyarakat di daerahku sangat menjunjung tinggi tali
silaturrahmi sehingga ada organisasi dan
masyarakat di desa ini mengadakan kegiatan, seperti PKK yang dilaksanakan satu
kali dalam satu minggu, wirid pengajian yang juga dilaksanakan satu kali dalam
satu minggu, ada juga pemuda yang melaksanakan kegiatan olahraga, seperti
Takraw, Bola Volly putra dan putri, dan sepak bola.
Saya tidak pernah mengeluh tentang kampung saya, walaupun sebagian jalan di kampungku tidak bagus lagi. Yang membuat kampung ini lebih ramai ketika musim durian. Pernah kemarin, beberapa tahun yang lalu pernah mendarat Helikopter TNI Angkatan Udara hanya sekedar mampir untuk membeli durian. Hal ini terjadi tidak hanya satu kali saja. Tetapi, mereka sering kali datang hingga musim durian berlalu.
Hal menarik lainnya selain pada saat musim durian, ada juga musim ikan mudik di Sungai Kampar, di mana para warga berlomba menangkap ikan tersebut. Baik itu bapak-bapak yang mayoritas bisa menangkap ikan, bahkan ibu-ibu juga ikut menangkap ikan tersebut. Ikan yang didapatpun bermacam-macam jenis, dari ikan yang besar sampai ikan terkecil.
Begitulah sedikit cerita kampungku, indah dan menyegarkan bukan.
Saya tidak pernah mengeluh tentang kampung saya, walaupun sebagian jalan di kampungku tidak bagus lagi. Yang membuat kampung ini lebih ramai ketika musim durian. Pernah kemarin, beberapa tahun yang lalu pernah mendarat Helikopter TNI Angkatan Udara hanya sekedar mampir untuk membeli durian. Hal ini terjadi tidak hanya satu kali saja. Tetapi, mereka sering kali datang hingga musim durian berlalu.
Hal menarik lainnya selain pada saat musim durian, ada juga musim ikan mudik di Sungai Kampar, di mana para warga berlomba menangkap ikan tersebut. Baik itu bapak-bapak yang mayoritas bisa menangkap ikan, bahkan ibu-ibu juga ikut menangkap ikan tersebut. Ikan yang didapatpun bermacam-macam jenis, dari ikan yang besar sampai ikan terkecil.
Begitulah sedikit cerita kampungku, indah dan menyegarkan bukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar